Menang Pencitraan, Minim Aksi: Kinerja Mira Midadah Disorot Aktivis NTB

Mataram, Salampena News –  Janji politik Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat, Mira Midadah, kembali menjadi sorotan. Pasca dinyatakan sebagai pemenang Pemilu DPD 2024, Mira mengusung visi besar dengan empat isu prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, pangan, dan energi, disertai komitmen mendorong otonomi daerah dan ketenagakerjaan.

Namun, janji tersebut kini dinilai belum menunjukkan wujud nyata di lapangan.
Ketua Laskar Akselerasi, Fahrul Khomaini, secara terbuka menagih komitmen politik Mira Midadah. Ia menilai hingga saat ini, kinerja Mira sebagai perwakilan daerah di Senayan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat NTB.

“Sejauh ini belum ada wujud nyata kinerjanya sebagai perwakilan daerah. Yang terlihat justru lebih banyak pencitraan,” ujar Fahrul dalam keterangannya, Kamis (22/01/2026).

Fahrul mencontohkan isu Pemekaran Pulau Sumbawa yang hingga kini masih menjadi aspirasi kuat masyarakat. Menurutnya, sebagai senator NTB, Mira seharusnya mengambil peran strategis dalam mendorong percepatan agenda tersebut di tingkat nasional.

“Di tengah isu pemekaran Pulau Sumbawa, saya tidak melihat dia mendorong percepatan itu. Padahal ini isu besar dan konkret yang menyangkut keadilan pembangunan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Fahrul juga menyoroti isu ketenagakerjaan yang selama kampanye digaungkan sebagai bagian dari visi besar Mira. Ia menyebut narasi tersebut tidak sejalan dengan realitas di lapangan, di mana ribuan warga NTB terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kesulitan ekonomi.

“Ribuan warga NTB kehilangan pekerjaan dan kelaparan. Lalu di mana peran dia sebagai senator? Visi besar soal ketenagakerjaan itu saya nilai hanya omong kosong,” katanya.

Kritik juga diarahkan pada sektor energi dan lingkungan, khususnya persoalan tambang ilegal yang dinilai semakin merusak ekosistem di NTB. Fahrul mempertanyakan komitmen Mira dalam menjadikan persoalan ini sebagai isu nasional yang diperjuangkan secara serius.

“Masalah tambang ilegal yang merusak lingkungan, pernah tidak dia angkat sebagai isu besar dan menawarkan solusi? Padahal ini menyangkut masa depan lingkungan NTB,” ujarnya.

Menariknya, Fahrul mengaku merupakan pendukung Mira Midadah pada Pileg 2024. Namun, ia menyatakan kekecewaannya atas kinerja yang dinilai jauh dari ekspektasi.

“Sebagai pendukung beliau saat Pileg lalu, saya menyesal. Saya merasa mendukung orang yang tidak memiliki kapasitas untuk mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *