Sumba Tengah, NTT, Salam Pena News ~ Sebuah Kapal Motor Layar (KML) RIA ABADI asal Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Wewawi, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu dini hari, 25 Januari 2026.
Kapal berbendera Indonesia dengan kapasitas 12 penumpang tersebut tenggelam akibat cuaca buruk, kerusakan kemudi, serta kegagalan mesin penyedot air. Beruntung, nahkoda dan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) berhasil selamat.
Informasi tersebut diperoleh dari hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dilakukan Unit Intelkam Polsek Mamboro pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WITA.
KML RIA ABADI berangkat dari Pelabuhan Rompo, Bima, pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA dengan tujuan Waikelo, Sumba Barat Daya. Kapal memuat sekitar 10 ton barang dagangan, terdiri dari buah-buahan, sayuran, bawang merah, cabai, serta sembako lainnya.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, kapal sempat berlindung di perairan Pantai Sido, Kecamatan Langgudu, akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Setelah kondisi dinilai sedikit membaik, pelayaran dilanjutkan. Namun, cuaca kembali memburuk pada Sabtu, 24 Januari 2026, disertai arus laut kuat yang menyulitkan navigasi kapal.
Sekitar pukul 17.30 WITA pada hari yang sama, kemudi kapal patah, menyebabkan kapal kehilangan kendali. Nahkoda berupaya mengarahkan kapal ke daratan dengan menggunakan terpal sebagai layar darurat. Kondisi semakin kritis ketika pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 01.00 WITA, mesin penyedot air tidak berfungsi karena kehabisan bahan bakar, sehingga air laut masuk ke dalam kapal.
Kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 04.00 WITA di perairan dekat Pantai Wewawi. Nahkoda Haji Talib (50) bersama tiga ABK — Haji Sam Ele (55), Samsul (34), dan Aco alias Pua Nurdin (36) — menyelamatkan diri menggunakan jerigen sebagai alat pelampung dan berhasil mencapai pantai sekitar pukul 05.00 WITA.

Keempat awak kapal kemudian ditemukan warga setempat dan dilaporkan ke Polsek Mamboro. Saat ini, mereka dalam kondisi sehat dan aman, serta sementara menginap di rumah Babinsa Mamboro.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp510 juta, dengan rincian sekitar Rp350 juta kerugian muatan barang dan Rp160 juta kerugian kapal. Aparat kepolisian merekomendasikan dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk aspek kelayakan kapal dan prosedur pemberian izin berlayar di tengah cuaca ekstrem.
Polsek Mamboro juga mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Sumber: Laporan Polsek Mamboro, Sumba Tengah, NTT









