Lombok Tengah, Salampena News – Upaya percepatan penanganan kemiskinan di tingkat desa terus didorong melalui penguatan kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Pendamping desa diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mengoordinasikan berbagai program pemberdayaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengawali Safari Ramadhan melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di Aula Kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, gubernur menilai upaya penurunan angka kemiskinan seringkali berjalan lambat karena berbagai program yang ada belum terintegrasi secara maksimal. Program penanganan kemiskinan, menurutnya, kerap berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang kuat di tingkat desa.
Karena itu, pendamping desa diminta aktif merangkul berbagai unsur yang telah ada di masyarakat. Di antaranya kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih terpadu.
“Pendamping desa harus menjadi simpul yang menghubungkan berbagai program dan potensi yang ada di desa,” ujarnya.
Selain itu, gubernur juga menekankan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat. Pendataan dan pemetaan persoalan warga diharapkan dilakukan secara lebih detail melalui kunjungan dari rumah ke rumah.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil keluarga, mulai dari kondisi tempat tinggal, akses pendidikan anak, hingga persoalan gizi yang kerap menjadi penyebab stunting.
Menurutnya, setelah kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui berbagai program perlindungan sosial, langkah berikutnya adalah mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi warga kurang mampu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur juga meninjau langsung sejumlah warga yang mengalami stunting dan kemiskinan ekstrem di Desa Barebali. Ia sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat, termasuk program perbaikan rumah yang difasilitasi melalui BAZNAS NTB.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Barebali, Salbi, mengungkapkan bahwa desanya masih menghadapi sejumlah tantangan sosial. Saat ini tercatat terdapat 84 kasus stunting dan sekitar 250 kepala keluarga yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Jumlah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah desa mengingat total penduduk Desa Barebali mencapai 15.519 jiwa.
Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan rencana pemekaran wilayah desa guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan persoalan sosial dan pembangunan di tingkat dusun. (*)









