Dompu, Salampena News- Pemerintah Kabupaten Dompu mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, Selasa (10/3/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Dompu tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Komandan Kodim 1416 Dompu Letkol Czi Janu Hendarto, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dompu Lusiana Bida. Selain itu hadir pula pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Dompu, Kepala Kantor Kementerian Agama Dompu, Ketua MUI, Baznas, FKUB, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Bambang Firdaus menjelaskan bahwa Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar umat Islam yang memiliki makna penting sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama 29–30 hari di bulan Ramadan.
Menurutnya, Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal dalam kalender Hijriah memiliki makna kembali ke fitrah, yaitu saat umat Islam kembali kepada kesucian setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Momen tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta saling memaafkan antar sesama.
“Idul Fitri merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali kepada fitrah, mempererat hubungan antar sesama, serta mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar Bambang Firdaus.
Ia juga mengingatkan bahwa Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 Masehi atau tahun kedua Hijriah setelah kewajiban puasa Ramadan ditetapkan, dan diprakarsai oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis guna memastikan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Dompu dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Berbagai aspek yang dibahas meliputi distribusi bantuan sosial, pengamanan, pelayanan publik, hingga koordinasi lintas instansi.
“Melalui rapat ini kita ingin memastikan seluruh persiapan tersusun secara terpadu sehingga masyarakat Dompu dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh berkah,” katanya.
Bupati juga menyoroti pentingnya ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya, termasuk bahan pangan utama seperti ayam, telur, daging, serta berbagai bumbu masakan yang menjadi pelengkap hidangan khas Lebaran.
Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak melihat persoalan secara menyeluruh dengan pendekatan yang komprehensif.
“Semua elemen pendukung kebutuhan masyarakat harus mendapat perhatian yang sama, tidak hanya bahan pokok utama tetapi juga kebutuhan pelengkap lainnya,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga memberikan sejumlah arahan kepada perangkat daerah dan instansi terkait. Di antaranya memastikan verifikasi data bantuan sosial dan pendistribusiannya selesai sebelum hari raya, menyiapkan pengamanan di titik-titik keramaian melalui koordinasi dengan TNI dan Polri, serta menjaga stabilitas ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, sektor kesehatan diminta menyiapkan fasilitas dan tenaga medis yang memadai serta melakukan penyuluhan terkait pola makan sehat dan pencegahan penyakit selama momentum Lebaran.
Di bidang keagamaan dan sosial budaya, pemerintah daerah juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai lembaga keagamaan guna memastikan kegiatan ibadah berjalan lancar serta menjaga kerukunan antarumat beragama.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah harus benar-benar hadir dan berperan aktif dalam memastikan masyarakat merasakan keamanan, kenyamanan, serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan selama perayaan Idul Fitri.
“Pemerintah harus memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah serta menjamin keamanan dan ketertiban sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Rapat koordinasi berlangsung lancar dan diakhiri dengan saling bersalaman antar peserta sebagai bentuk mempererat ukhuwah islamiyah menjelang Hari Raya Idul Fitri. (*)









