Gaduh Video Syur Dikaitkan dengan KKN UNRAM, Aliansi Mahasiswa Siap Polisikan Penyebar Hoaks

Mataram, Salampen News – Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Mataram (UNRAM) secara tegas mengecam dugaan penyebaran berita hoaks yang dilakukan oleh akun Instagram Insidelombok melalui platform media sosial Instagram. Unggahan tersebut dinilai telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat serta mendiskreditkan sejumlah kampus ternama di Nusa Tenggara Barat, khususnya Universitas Mataram.

Dalam pernyataan resminya, Aliansi menyebut konten yang diunggah melalui Instagram tersebut tidak disertai data valid, klarifikasi dari pihak terkait, maupun prinsip keberimbangan informasi. Narasi yang dibangun dianggap menggiring opini publik dan merugikan nama baik institusi pendidikan.

“Kami mengecam keras penyebaran informasi yang belum terverifikasi melalui Instagram tersebut. Platform digital bukan ruang bebas tanpa tanggung jawab. Setiap unggahan harus berbasis fakta, bukan asumsi atau spekulasi,” tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli UNRAM Zariat, Kamis (12/2/2026).

Aliansi menilai sebagai akun Instagram dengan jumlah pengikut yang signifikan, Insidelombok memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akurasi dan tidak memproduksi atau menyebarkan informasi yang berpotensi menyesatkan publik. Dampak dari unggahan tersebut telah memicu perdebatan dan kegaduhan di ruang digital serta mencoreng marwah civitas akademika UNRAM.

Sebagai bentuk keseriusan sikap, Aliansi Mahasiswa Peduli UNRAM menyatakan akan segera memasukkan laporan resmi ke Polda NTB atas dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik melalui media elektronik, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kami akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan ini ke Polda NTB agar diproses secara profesional dan transparan. Ini penting demi menjaga ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Aliansi juga mendesak pengelola akun Instagram Insidelombok untuk segera memberikan klarifikasi terbuka serta permintaan maaf kepada publik dan institusi yang terdampak. Jika tidak ada itikad baik, proses hukum akan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sisi lain, Aliansi Mahasiswa Peduli UNRAM mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring dan membagikan informasi di Instagram maupun platform media sosial lainnya.

“Kampus adalah simbol integritas dan keilmuan. Kami akan berdiri di garis depan untuk menjaga nama baik dan kehormatan Universitas Mataram,” tutup pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Zariat menyatakan akan mengambil langkah tegas dengan melaporkan pihak-pihak yang diduga menyebarkan berita yang menggiring opini sesat tersebut. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berekspresi tetap harus menjunjung tinggi asas keberimbangan, konfirmasi, dan praduga tak bersalah.

Dalam upaya tersebut, Zariat akan menggandeng Kantor Hukum LiHo Law Office untuk menempuh jalur hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap nama baik institusi serta sebagai edukasi publik agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pihaknya berharap proses hukum nantinya dapat memberikan kepastian serta menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak mudah menyebarkan informasi yang berpotensi mencemarkan nama baik tanpa dasar dan klarifikasi resmi.

Sebagai informasi polemik video asusila yang sempat dikaitkan dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur terus bergulir. Setelah klarifikasi resmi disampaikan oleh pihak Universitas Mataram (Unram), langkah hukum kini tengah dipersiapkan terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi tidak benar dan menggiring opini publik.

Perwakilan Unram, Pak Joko Jumadi, menegaskan bahwa individu dalam video yang beredar tersebut bukan mahasiswa KKN Unram sebagaimana narasi yang sebelumnya ramai diberitakan di media sosial dan sejumlah platform digital. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi sekaligus menjaga nama baik institusi.

Menurutnya, pemberitaan yang tidak melalui proses konfirmasi kepada pihak kampus, termasuk yang dimuat oleh platform media Inside Lombok, telah mencederai reputasi kampus ternama di Nusa Tenggara Barat tersebut. Ia menilai penyebaran informasi tanpa verifikasi yang akurat berpotensi menimbulkan fitnah serta merugikan institusi dan mahasiswa secara keseluruhan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *