Bawaslu Goes To School : Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula di SMAN 1 Woha

Bima, Salam Pena News – Bawaslu Kabupaten Bima bersama KPU Kabupaten Bima melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes To School dengan tema Pengawasan Partisipatif Pemilih Pemula yang diikuti oleh puluhan siswa, bertempat di Aula SMAN 1 Woha, Jumat (13/02/2026) pukul 09.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda terhadap pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu. Program Bawaslu Goes To School dirancang untuk memberikan edukasi politik yang sehat, sekaligus membangun karakter pemilih pemula yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Junaidin, S.Pd., M.H., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bima, Dr. (Cand) Taufiqurrahman, S.Pd., S.H., M.H., serta Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Mulyadin, M.H dan Ketua KPU kabupaten Bima Ady Supriyadin.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bima menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi. Ia menyampaikan bahwa siswa sebagai generasi muda tidak hanya memiliki hak pilih, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemilu agar tetap jujur dan adil.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu memaparkan bahwa pemilu adalah kedaulatan rakyat tetapi sarana itu harus dilakukan jujur dan adil, dan ia menjelaskan jenis jenis pelanggaran pemilu yaitu 1. Pelanggaran administratif 2. Pelanggaran pidana pemilu 3. Pelanggaran.

Ia juga mengingatkan pentingnya menolak praktik politik uang, penyebaran hoaks, dan bentuk pelanggaran lainnya yang dapat merusak demokrasi.

Ketua KPU Ady Supriadin berharap siswa siswi sman 01 woha menjadi agen perubahan maksudnya jangan mau jadi obyek politik tetapi jadilah subjek yang menentukan melalui salah satu tindakan yaitu kawal demokrasi dan riset sebelum memilih maksudnya jangan memilih kucing dalam karung jadilah pemilih yang rasional harapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula mempunyai panggung yang sama dalam menetukan pemimpin yang berkualitas.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Mulyadin menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan strategi pencegahan yang efektif, karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam menjaga integritas pemilu. Partisipasi aktif pemilih pemula dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan yang telah dibangun oleh Bawaslu.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan seputar hak dan kewajiban pemilih, jenis-jenis pelanggaran pemilu, serta peran generasi muda dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes To School ini, Bawaslu Kabupaten Bima berharap para siswa SMAN 1 Woha dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat, demi terwujudnya demokrasi yang bersih, transparan, dan berkeadilan. (B/U)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *