Bawaslu Bima Gandeng Polres Kabupaten Bima, Kerawanan Pemilu Dibaca Sejak Dini

Bima, Salam Pena News – Pemilu 2029 memang belum memasuki masa tahapan, namun Bawaslu Kabupaten Bima memilih tidak menunggu persoalan datang. Potensi kerawanan justru mulai dipetakan sejak dini melalui konsolidasi bersama Polres Kabupaten Bima.

Konsolidasi demokrasi tersebut berlangsung di Polres Kabupaten Bima, Senin, 31 Agustus 2026. Pertemuan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pengawas pemilu dan kepolisian dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima menyebut konsolidasi dengan kepolisian merupakan langkah awal membangun sinergi menghadapi tahapan Pemilu 2029. Selain persiapan tahapan, Bawaslu juga tengah melakukan pengawasan non-tahapan, termasuk pendataan keanggotaan partai politik untuk mencegah pencatutan nama warga tanpa persetujuan.

“Kita ingin memastikan proses demokrasi berjalan sejak awal, termasuk memastikan tidak ada warga yang dicatut sebagai anggota partai politik,” ujarnya.

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kabupaten Bima, Mulyadin, mengatakan pencegahan terus dilakukan dengan menyasar partai politik, sekolah hingga perguruan tinggi. Edukasi demokrasi dinilai penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya dalam pemilu.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Hasnun, menekankan pentingnya kolaborasi dengan kepolisian untuk mencegah ujaran kebencian, hoaks dan potensi gesekan politik.

“Kerawanan harus dipetakan sebelum menjadi konflik,” tegasnya.

Kapolres Kabupaten Bima Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menyambut positif langkah tersebut. Ia meminta Bawaslu aktif turun ke lapangan dan menggandeng kepolisian dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan potensi kerawanan menjelang tahapan pemilu.

Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur tahapan dan konsekuensi hukum harus disampaikan sejak awal.

“Kalau kerawanan bisa kita deteksi lebih awal, tentu lebih mudah kita cegah. Saya mendukung konsolidasi seperti ini,” kata Anton.

Bagi Bawaslu dan Polres Kabupaten Bima, Pemilu 2029 tidak dimulai saat pencoblosan. Ia dimulai dari kesiapan membaca dan mencegah potensi konflik jauh sebelum itu. (B/U)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *