Kamrussamad Soroti Pengawasan Pembiayaan UMKM di Kalimantan Timur, Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp260 Miliar

Kalimantan Timur, Salampena News-  Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Kamrussamad, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi faktor penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Salah satu instrumen yang dinilai efektif adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan usaha produktif masyarakat.

“Program KUR harus terus dikawal agar benar-benar menyentuh pelaku usaha yang membutuhkan. Pengawasan yang baik akan memastikan pembiayaan yang disalurkan mampu meningkatkan produktivitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Kamrussamad dalam kegiatan pengawasan pembiayaan UMKM di Kalimantan Timur.

Ia mengapresiasi capaian penyaluran KUR Bank Mandiri di Kalimantan Timur yang hingga Maret 2026 telah mencapai Rp260 miliar atau 30,34 persen dari target Desember 2026. Selain itu, kualitas kredit juga tetap terjaga dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) di bawah 1 persen.

Kamrussamad juga menyoroti capaian penyaluran kepada debitur baru yang telah mencapai 32,90 persen, serta debitur graduasi sebesar 76,44 persen dari target akhir tahun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa program pembiayaan tidak hanya menjangkau pelaku usaha baru, tetapi juga mampu mendorong UMKM berkembang dan naik kelas.

Keberhasilan penyaluran KUR di Kalimantan Timur didukung oleh dua strategi utama yang dijalankan Bank Mandiri. Pertama, program SERKOM (Serbu Komunitas) yang menyasar berbagai ekosistem perdagangan seperti toko kelontong dan usaha kuliner. Program ini memberikan kontribusi sebesar 32,2 persen terhadap total penyaluran KUR di Kalimantan Timur.

Sementara itu, strategi GERTAN (Gerebek Petani) difokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan dengan menyasar petani sawit dan petani sayuran. Program tersebut berkontribusi sebesar 32,9 persen terhadap total penyaluran KUR di wilayah Kalimantan Timur.

Selain pembiayaan, Kamrussamad mengapresiasi berbagai program pendampingan yang dilakukan Bank Mandiri, mulai dari pelatihan manajemen keuangan, sosialisasi KUR kepada koperasi, hingga pendampingan akses permodalan bagi pelaku usaha perikanan.

“Pendampingan menjadi kunci agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha dengan baik. Dengan begitu, UMKM dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan memiliki daya saing yang tinggi,” tegasnya.

Kamrussamad berharap kolaborasi antara pemerintah, DPR, perbankan, dan pelaku usaha terus diperkuat guna memastikan program pembiayaan UMKM memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *