Mataram, Salam Pena News ~ Indonesia sedang mengalami krisis kepercayaan oleh masyarakat sebab banyak pesoalaan yang dialami oleh masyarakat justru pemerintah tidak mampu memberikan solusi seperti mengenai kenaikan harga BBM, turunya harga gabah, hingga issu miris yang membawa nama rakyat untuk melanjutkan 3 periode presiden Joko Widodo serta penundaan pemilu.
“Pemerintah dilarang berbisnis dengan rakyat apalagi menjual kepentingan politik membawa nama rakyat ditengah berbagai problem sosial dan ekonomi yang menimpa masyarakat sekarang,” ujar Ketua Badko HMI Nusa Tenggara – Bali, Rahmat Jayadi, Senin (04/04/2022).
Pasca dilanda dampak covid 19 yg cukup panjang masyarakat masih mengalami krisis ekonomi apalagi bagi masyarakat kelas bawah.
Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM secara terburu2 dapat semakin mempersulit masyarakat kecil yang banyak menggunakan BBM.
“Untuk wilayah bali, NTB dan NTT pertamax dipatok Rp. 12.500/liter, hal ini tak sebanding dengan kondisi perekonomian rakyat sekarang,” ungkapnya.
Dalam Kondisi ini sebenarnya pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi rakyat, apalagi ditengah anjloknya harga gabah dan itu adalah salah satu pendapatan masyarakat lebih khususnya petani.
“Jangan biarkan masyarakat tidak berdaya pada saat kondisi seperti ini, seharusnya pemerintah hadir melindungi masyarakat dengan kebijakannya bukan malah sebaliknya mecekek bagaimana kondisi masyarakatnya,” imbuhnya.
Rakyat sudah lagi tidak percaya kepada pemerintah apalagi issu penundaan pemilu dan 3 Periode Presiden Joko Widodo, menambah luka di hati masyarakat.
“Jangan jadikan rakyat hanya sebagai sampel kepentingan oligarki tapi kesejahtaraan rakyat terabaikan,” tegasnya.
(EB)









