Bima, Salam Pena News – Pemilik fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Uma Lengge Wawo, mengundang sejumlah pihak untuk melakukan pemeriksaan kelayakan operasional SPPG Bima Wawo Maria 3 terkait standar higienitas dan keamanan pangan MBG. Selasa (5/5/26)
Turut hadir pada acara tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Korwil Dikpora Kecamatan Wawo, Camat Wawo, Polri, TNI, Kepala Sekolah dan Koordinator SPPG Kabupaten Bima.
Mitra SPPG Bima Wawo Maria 3 H. Kasnun Ahmad mengatakan tujuan mengundang sejumlah pihak tersebut, terkait dengan adanya sorotan dari Himpunan Mahasiswa Wawo terhadap keberadaan bangunan dapur SPPG yang satu atap dengan gudang jagung yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu.
“Kami membangun MBG ini sudah delapan bulan berjalan, dan Alhamdulillah selama pemberian manfaat 3 T kepada lansia, ibu hamil maupun siswa sekolah tidak ada kendala sama sekali,” katanya
H. Kasnun juga merasa bersukur dengan adanya kritikan dan masukan dari mahasiswa terkait dengan keberadaan MBG.
“Kami sangat bersukur adanya kritikan dan masukan dari mahasiswa, sehingga kami bisa lebih bagus lagi untuk kedepannya,” ucapnya
Dirinya juga menyadari, bahwa MBG ini bagian dari program nasional. Tentu harus banyak dukungan maupun arahan dari berbagai pihak.
“Saya juga berharap kepada seluruh muspika Kecamatan Wawo untuk bisa bekerja sama, apa yang menjadi kekurangan dan keselahannya bisa kami perbaiki kedepannya,” bebernya
Sementara itu Kordinator BGN Kabupaten Bima Bagus Naini Santoso menyarankan kepada pihak SPPG agar alur distribusi maupun infrastruktuk menujug udang jagung dibuat garis pembatas.
“Pokoknya harus disekat semua, agar semua aktivitas di dalam gudang jagung ini bisa dilakukan dan tidak boleh aktivitas pupuk,” cetusnya
Ia juga memberikan beberapa catatan penting kepada pihak SPPG agar kedepannya tidak ada lagi yang kekurangan seperti ini.
“Itu ruang packing untuk di sekat sampai atas, Ac ditambah, alur gudang kering dan basah diperbaiki serta pintu masuk bahan baku ditutup mati agar nyamuk tidak bisa masuk,”tegasnya
Bagus juga menekankan bahwa aspek sanitasi menjadi syarat utama dalam menjalankan setiap SPPG agar tujuan program nasional berjalan sesuai standar pelayanan. (B/U)









