Bima, Salam Pena News – Karang taruna Desa Soki mengadakan kegiatan ramadhan ceria untuk mengurangi dampak negatif penggunaan media sosial terhadap masyarakat.
Ketua Panitian, Amin Rais mengatakan kegiatan ini, untuk menumbuhkan jiwa Islami masyarakat Soki dalam hal meretas pengaruh media sosial.
“Adapun kegiatan kami ini, di antaranya lomba cerda cermat, kapatu cambe, puisi, tilawatil, azan”. Ucapnya

Kegiatan dilaksanakan selama lima hari, sejak tanggal 5 sampai 9 Mei 2021.
Ketua karang taruna soki, Marjan Ishaka, mengatakan kegiatan ini memang diawali dengan adanya keresahan bersama, dimana anak-anak kita suda terpengaruh dengan main game, dan hampir meninggalkan tradisi lama, seperti menulis, membaca Al-Qur’an, Kapatu Cambe dan lain sebagainya.
Kita upayakan kegiatan ini akan berkelanjutan setiap bulan puasa, sehingga membangkitkan kembali tradisi islam di desa “,
“Semoga dengan kegiatan ini, akan mampu memberikan warna baru dan bisa meretas pengaruh globalisasi”. Tuturnya
Sementara itu, Kepala Desa Soki, Abbas Muhammad dalam sambutannya, sangat mendukung setiap kegiatan positif yang dibangun anak muda dan siap bantu baik moral dan materi
“Urusan dukung dan bantuan, Ketua Karang Taruna dan Ketua Panitia tidak perlu takut soal anggaran, pemerintah desa akan membatu semua sesuai kebutuhan penyelenggaraan kegiatan”. Kata Kepala Desa Soki
Kades Soki juga menyampaikan Kegiatan seperti ini, harus di canangkan tiap tahu dan menjadi kegiatan rutinitas tiap tahun kalau bisa.
“Kami, sangat bangga dengan terlaksannya kegiatan seperti ini apa lagi kegiatan keagamaan yang produktif, Kedepan kami akan selalu suport kegiatan ini”, tegasnya.
Dalam waktu yang sama Abdul Kadir, S.Sos, M.Si, dalam stadium generalnya, menjelaskan situasi Bima kita hari ini suda sangat amat sakit, dimana pada tahun 80-an belum ada kejadian seperti hari ini, ada seorang bapak memperkosa anaknya sendiri.
“Bima kita sedang sakit, jika di bandingkan pada tahun 80-an dengan era moderen kejadian aneh dan keji makin mencemaskan”, Jelasnya.

Lebih lanjut, Abdul Kadir yang juga Dosen STISIP Mbojo Bima, menegaskan kita tidak boleh menyalakan pemerintah, masyarakat maupun orang tua, akan tetapi kita harus lakukan langkah pencegahan dan mencarikan solusi, demi kelanjutah hidup kita.
“Tokoh masyarakat, pemuda tidak boleh tinggal diam dalam soal ini, ini merupakan tanggung jawab kita semua. Tidak boleh memilih diam untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini menyangkut harga diri kita semua. Kejahatan sosial harus menjadi musuh bersama, agar tidak merusak tatanan yang ada. Sekalipun ada perbedaan dalam soal politik maka harus dimaknai sebagai rahmat”,
“Dan diperlukan musyawara serta peran semua pihak, baik itu ulama maupun umara untuk mengambil posisi masing-masing agar kejahat moral bisa di minimalisir”. Tegas Abdul Kadir Mantan Ketua HMI Cabang Bima itu (093)









