Bima, Salam Pena News – Proyek pembangunan Kolam Retensi Taman Ria di Kota Bima kini mulai dikerjakan. Kehadiran proyek itu bukannya mendapat pujian dari masyarakat, justeru menuai sorotan.
Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Kota Bima Casman Singodimedjo, yang menilai lokasi pembangunan kolam retensi tidak tepat sasaran dan berpotensi tidak efektif dalam mengendalikan banjir.
Proyek yang dikerjakan nufrep itu, Casman melihat kejanggalan karena mengorbankan puluhan pohon di ruang terbuka hijau demi pembangunan kolam retensi yang efektivitasnya dipertanyakan.
“Kehadiran proyek kolam retensi ini tidak tepat sasaran dan hanya bisa menghabiskan anggaran negara saja,” katanya Selasa (12/5/26)
Menurut Casman, Sebenarnya Pemerintah harus melihat tempat yang layak untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir. Bukan merusak taman kota yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
“Yang lebih tepatnya pembangunan pengendalian banjir itu di Diwu Monca Kelurahan Lampe Kecamatan Rasanae Timur dan sasaran aliran airnya juga tepat,” ucapnya
Casman juga menyoroti terkait puluhan pohon di kawasan Taman Ria ditebang untuk membuka area pembangunan proyek pengendali banjir tersebut.
“Proyek ini menelan anggaran puluhan miliar. Sudah salah sasaran tempat juga merusak lingkungan dan estetika Kota Bima,” bebernya
“Yang jelas proyek itu hanya sia-sia tidak mampu mengendalikan banjir Kota Bima, bisanya menghabiskan anggaran negara saja, imbuhnya
Adapun rincian proyek sebagai berikut: Nama pekerjaan: Pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria untuk Pengendali Banjir Kota Bima. Nilai kontrak: Rp62.789.999.000. Sumber dana: PHLN – Loan NUFreP No. 9459-ID (World Bank). Pelaksana: PT Bahagia Bangunnusa. Waktu pelaksanaan: 540 hari kalender sejak 14 Januari 2026. (B/U)









