HUT RI Ke-81, Ketua Umum DPP BMWI Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Indonesia

Bima, Salam Pena News – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting untuk memperkuat semangat kemandirian ekonomi, khususnya dengan mendorong kewirausahaan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Wirausaha Indonesia (DPP BMWI), Syamsul Hidayah, saat menghadiri perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Yayat, sapaan akrabnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk kemandirian ekonomi dan keberanian generasi muda menciptakan masa depan melalui kewirausahaan.

“Kemerdekaan hari ini harus kita isi dengan keberanian untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan. Pemuda harus menjadi pelaku ekonomi, pencipta peluang, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar yayat.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar melalui bonus demografi, perkembangan teknologi digital, serta pertumbuhan industri kreatif.

Namun, potensi tersebut membutuhkan ekosistem yang mampu memberikan ruang, akses, pembinaan dan kesempatan bagi anak muda untuk berkembang.

Yayat berharap pemerintah bersama dunia usaha, organisasi kepemudaan dan berbagai stakeholder dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif.

“Anak muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus diberi ruang menjadi subjek dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor strategis yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Kreativitas anak muda di bidang kuliner, fesyen, kriya, teknologi digital, konten kreator, pariwisata hingga berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Ia juga mendorong agar digitalisasi dimanfaatkan bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai instrumen produktif untuk membangun bisnis dan memperluas pasar.

“Di era digital, anak muda tidak boleh hanya menjadi konsumen. Mereka harus naik kelas menjadi produsen, entrepreneur dan pencipta nilai ekonomi. Dari kreativitas yang sederhana, kalau dikelola dengan serius, bisa menjadi usaha yang menciptakan pekerjaan bagi banyak orang,” katanya.

Yayat juga menegaskan, DPP BMWI berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tangguh, inovatif dan memiliki daya saing.

Menurutnya, pembangunan kewirausahaan harus menyentuh daerah hingga tingkat akar rumput sehingga peluang ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

“Harapan kami, 81 tahun Indonesia merdeka menjadi momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi. Kita ingin melihat lebih banyak anak muda membuka usaha, lebih banyak UMKM naik kelas dan lebih banyak lapangan pekerjaan tercipta,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia ke depan harus dibangun dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, pemuda dan masyarakat. Kemajuan ekonomi, kata dia, tidak bisa hanya bergantung pada investasi besar, tetapi juga membutuhkan jutaan usaha kecil dan wirausaha muda yang tumbuh dari daerah.

“Kalau pemudanya produktif, kreatif dan berani berwirausaha, maka masa depan ekonomi Indonesia akan semakin kuat. Inilah cara kita mengisi kemerdekaan dengan karya,” pungkas Yayat. (B/U)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *