Pemkab Lombok Tengah Siapkan Rp58,9 Miliar untuk Perbaiki 15 Ruas Jalan Rusak

Praya, Salampena News – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp58,9 miliar untuk memperbaiki 15 ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan sepanjang tahun 2026. Total panjang jalan yang masuk dalam program penanganan tersebut mencapai lebih dari 27 kilometer.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., mengatakan Pemkab Lombok Tengah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp72 miliar untuk penanganan jalan kabupaten melalui APBD Perubahan 2026.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp58,9 miliar dialokasikan khusus untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan. Sementara sisanya digunakan untuk kegiatan pemeliharaan sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan.

“Setelah penetapan dilakukan, selanjutnya akan dilakukan proses lelang. Harapannya pekerjaan bisa segera dilaksanakan, mengingat waktu efektif bekerja tahun ini tinggal sekitar tiga bulan,” ujar Firman.

Menurutnya, proses pengerjaan sejumlah ruas jalan tersebut relatif tidak membutuhkan waktu lama karena didukung penggunaan alat berat dan teknologi konstruksi.

Pemkab Lombok Tengah pun optimistis pekerjaan perbaikan dapat dilaksanakan dan dituntaskan hingga akhir tahun 2026.

Adapun 15 ruas jalan yang masuk dalam program perbaikan tersebut meliputi:

1. Penunjak–Mangkung, sepanjang 6,7 kilometer.
2. Mujur–Teruwai, sepanjang 2,9 kilometer.
3. Tandek–Sukarare, sepanjang 2,4 kilometer.
4. Beson–Krembong, sepanjang 0,9 kilometer.
5. Pengadang–Braim, sepanjang 2,3 kilometer.
6. Waker–Wage (Wage–Bunklotok), sepanjang 0,8 kilometer.
7. Olor Agung–Enjak, sepanjang 1,75 kilometer.
8. Repok Bijang–Peseng, sepanjang 0,5 kilometer.
9. Ganti–Janapria, sepanjang 2,1 kilometer.
10. Beleke–Lingkuk Buak, sepanjang 1,5 kilometer.
11. Piang–Bunmas, sepanjang 0,53 kilometer.
12. Kawo–Teruwai, sepanjang 1 kilometer.
13. Gerunung–Kwang Rundun, sepanjang 1,5 kilometer.
14. Rembitan–Kedaron, sepanjang 1,5 kilometer.
15. Medas–Sintung, sepanjang 0,54 kilometer.

Dari 15 ruas tersebut, Mujur–Teruwai menjadi salah satu ruas dengan alokasi anggaran terbesar, yakni mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Sementara itu, biaya penanganan sejumlah ruas lainnya rata-rata berada pada kisaran Rp2,7 miliar per kilometer.

Firman menekankan, pekerjaan perbaikan jalan tidak cukup hanya berhenti pada tahap pembangunan. Menurutnya, pemeliharaan secara berkala harus dilakukan agar kondisi jalan tetap terjaga dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Termasuk ruas jalan yang akan diperbaiki tahun ini, kita minta agar dilakukan pemeliharaan berkala supaya bisa bermanfaat untuk jangka panjang,” tegasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *