Bima, Salam Pena News – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat kembali mendapat perhatian melalui keikutsertaan Posyandu Mawar, Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, sebagai wakil Kabupaten Bima dalam Penilaian Posyandu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Tim Penilai Provinsi NTB yang dipimpin Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng., Senin (2/11), melakukan verifikasi dan penilaian lapangan secara langsung di Posyandu Mawar. Kehadiran tim disambut dengan atraksi budaya Mpaa Manca dan tarian Wura Bongi Monca yang mencerminkan kekayaan tradisi serta keramahan masyarakat Desa Kambilo.
Bupati Bima Ady Mahyudi, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Drs. H. Masykur, MM, para kepala perangkat daerah pengampu enam pilar Standar Pelayanan Minimal (SPM), Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, unsur Muspika, serta jajaran pemerintah desa, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki kedudukan strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu tidak semata-mata diukur dari penampilan kelembagaan saat mengikuti perlombaan, melainkan dari konsistensi pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Posyandu yang hebat bukanlah Posyandu yang hanya terlihat bagus ketika dinilai, tetapi yang kehadirannya selalu dirasakan dan manfaatnya nyata bagi masyarakat. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang aktif, inklusif, terintegrasi dan berkelanjutan demi terwujudnya keluarga yang sehat, masyarakat yang sejahtera dan sumber daya manusia Kabupaten Bima yang berkualitas,” ungkap Bupati.
Bupati Ady juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bima, Tim Pembina Posyandu, seluruh perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para kader, serta masyarakat yang telah bekerja bersama mengembangkan pelayanan Posyandu. Ia menyebut capaian juara kedua pada tingkat kabupaten/kota tahun 2026 sebagai hasil dari kerja kolektif dan partisipasi berbagai pihak.
Bagi Ady Mahyudi, penguatan Posyandu merupakan bagian dari agenda pembangunan manusia yang harus dimulai dari desa. Pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, pencegahan stunting, hingga peningkatan kualitas keluarga membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara berkesinambungan.
Bupati juga berpesan agar seluruh kader dan masyarakat Desa Kambilo tetap menjaga semangat, kekompakan, serta konsistensi dalam mengoptimalkan pelayanan Posyandu Mawar. Ia berharap pengalaman dan praktik baik yang dikembangkan di Kambilo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bima.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi NTB, Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng., menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, keakuratan data, serta koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan Posyandu.
Menurutnya, keberadaan Posyandu Mawar sebagai wakil Kabupaten Bima merupakan bentuk apresiasi terhadap tata kelola kelembagaan dan tingginya partisipasi masyarakat dalam menghadirkan pelayanan dasar terpadu di tingkat desa.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap dedikasi para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Kerja keras kader dinilai turut berkontribusi dalam upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut.
“Peninjauan di Posyandu Mawar hari ini menjadi ajang pembuktian bahwa seluruh aspek administrasi yang tersurat maupun komitmen yang tersirat benar-benar terwujud secara nyata, konsisten, dan faktual dalam pelayanan sehari-hari,” pungkas Teguh.
Kepala Desa Kambilo, Ardiansyah, S.Pd., menjelaskan bahwa Posyandu Mawar kini terus dikembangkan sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat yang terintegrasi dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Integrasi tersebut memperluas cakupan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Pemerintah Desa Kambilo juga berkomitmen memperkuat keberlanjutan Posyandu Mawar melalui penguatan regulasi dan integrasi program dalam APBDes, pelatihan serta pembinaan kader, koordinasi lintas sektor, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dan transparansi kegiatan maupun anggaran.
Di sisi lain, keterlibatan Ketua TP PKK Kabupaten Bima sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan kelembagaan Posyandu dan pemberdayaan keluarga. Peran pembinaan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun pelayanan masyarakat yang lebih dekat, terpadu, dan berkelanjutan.
Kehadiran Murni Suciyanti dalam penguatan gerakan Posyandu juga menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat agar program pemberdayaan keluarga benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bima, penilaian tingkat provinsi ini bukan sekadar agenda kompetisi antardaerah. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang evaluasi untuk memastikan bahwa enam pilar SPM dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin mudah dijangkau, berkualitas, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga pelosok desa.
Bupati Ady Mahyudi bersama Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi menempatkan kolaborasi dan penguatan peran masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun Kabupaten Bima yang lebih sehat, berdaya, dan sejahtera. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari capaian administratif, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Dari Desa Kambilo, semangat pelayanan itu terus tumbuh. Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, melainkan ruang kebersamaan, pemberdayaan, dan harapan bagi masa depan generasi Kabupaten Bima. (B/U)









