Lombok Tengah, Salampena News – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan. Salah satunya dengan mendatangkan pasokan cabai rawit merah dari Kabupaten Enrekang sebanyak satu ton guna menekan potensi lonjakan harga di pasaran.
Pasokan tersebut diterima sebagai bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan suci.
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima pasokan cabai dari Enrekang sebanyak satu ton. Ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama Ramadan,” ujar Nursiah.
Ia menambahkan, tambahan stok tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan cabai, baik di pasar tradisional maupun di tingkat distributor di Lombok Tengah, sehingga harga kembali stabil dan lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bappenas Nusa Tenggara Barat, Rinna Syawal, SP., MP., menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi distribusi cabai rawit merah dari Enrekang untuk membantu menstabilkan harga di pasaran, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.
Menurutnya, cabai yang didatangkan dijual dengan harga berkisar antara Rp68.000 hingga Rp73.000 per kilogram. Harga tersebut diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tingkat konsumen serta mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi.
Selain mendatangkan pasokan tambahan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran serta berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna mengantisipasi potensi kenaikan harga lainnya selama Ramadan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar di tengah meningkatnya permintaan selama bulan suci.(*)









