Bima, Salam Pena News – Di tengah gencarnya komitmen pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, para petani di Desa Tana Putih, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, justru menghadapi persoalan mendasar yang belum juga terselesaikan. Satu-satunya bendungan (Dam) yang menjadi sumber pengairan sawah warga dilaporkan rusak dan telah terbengkalai selama lebih dari dua tahun.
Akibat kerusakan tersebut, puluhan hektare lahan pertanian kesulitan memperoleh pasokan air yang memadai. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian masyarakat, mengingat sekitar 99 persen warga Desa Tana Putih menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian.
Kerusakan infrastruktur irigasi itu dinilai bertolak belakang dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Tanpa dukungan infrastruktur yang layak, cita-cita meningkatkan produksi pangan dikhawatirkan sulit diwujudkan di tingkat daerah.
Salah seorang warga, Rasta, mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar segera mengambil langkah konkret dengan memperbaiki atau membangun kembali dam tersebut. Menurutnya, keberadaan bendung merupakan kebutuhan vital yang menentukan keberlangsungan usaha tani masyarakat.
“Masyarakat sangat berharap pemerintah segera memperbaiki dam ini. Selama dua tahun kami kesulitan mendapatkan air untuk sawah. Padahal hampir seluruh warga hidup dari bertani,” ujarnya. Kamis (30/7/26).
Rasta juga meminta anggota DPR, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk lebih memperhatikan persoalan yang dihadapi petani.
Ia berharap para wakil rakyat tidak hanya hadir saat masa reses, tetapi juga memperjuangkan kebutuhan dasar petani melalui penganggaran dan pengawasan pembangunan infrastruktur pertanian.
“Warga berharap perbaikan dam dapat segera direalisasikan agar pasokan air kembali normal, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani tidak terus tergerus akibat rusaknya infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi pengairan sawah di Desa Tana Putih,” tandasnya (B/U)








