Bima, Salam Pena News – Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Tahun 2026 di Aula SMKN 3 Kota Bima, Selasa (27/10/26).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten I Setda Kota Bima, Ahsanurrahman, S.H., M.H. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam melakukan pencatatan dan pelaporan kasus, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Ahsanurrahman menegaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan DP3A merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
“Apa yang dilaksanakan oleh DP3A ini adalah salah satu agenda konstitusional. Salah satu poin penting dalam amanat konstitusi adalah upaya melindungi bangsa, khususnya perempuan dan anak, dari tindak kekerasan,” ungkapnya.
Ia menilai langkah DP3A Kota Bima dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait perlindungan perempuan dan anak merupakan upaya positif yang perlu terus didukung. Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok rentan tersebut membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan berbagai pihak.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami tata cara pencatatan dan pelaporan kasus secara tepat, sistematis, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pencatatan dan pelaporan yang baik menjadi bagian penting dalam penanganan kasus kekerasan. Data dan informasi yang akurat dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan, memberikan pendampingan, serta menyusun upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Pemerintah Kota Bima berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas penanganan kasus sekaligus memperkuat koordinasi antara perangkat daerah dan para pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan serta memenuhi hak perempuan dan anak.
Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan sistem pelaporan, upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan di Kota Bima diharapkan semakin optimal.(B/U)









